Senin, 09 Agustus 2010

KONTRASEPSI MANTAP UNTUK WANITA

Kontrasepsi mantap pada wanita disebut tubektomi, yaitu tindakan memotong tuba Fallopii / tuba uterina. Sedangkan pada pria, kontrasepsi mantap dinamakan vasektomi, yaitu tindakan memotong vas deferens. Tulisan berikut ini hanya membahas tentang tubektomi.

Tubektomi merupakan tindakan medis berupa penutupan tuba uterina dengan maksud tertentu untuk tidak mendapatkan keturunan dalam jangka panjang sampai seumur hidup. Kadang-kadang tindakan ini masih dapat dipulihkan seperti semula.

Dahulu tindakan ini disebut sterilisasi dan dilakukan atas indikasi medis, seperti kelainan jiwa, kemungkinan kehamilan yang dapat membahayakan nyawa ibu atau penyakit keturunan. Kini tubektomi dilakukan untuk membatasi jumlah anak.

Cara melakukan sterilisasi telah mengalami banyak perubahan. Pada abad ke-19, sterilisasi dilakukan dengan mengangkat uterus atau kedua ovarium. Pada tahun 50-an dilakukan dengan memasukkan AgNO3 melalui kanalis servikalis ke dalam tuba uterina. Pada akhir abad ke-19 dilakukan dengan mengikat tuba uterina namun cara ini mengalami banyak kegagalan sehingga dilakukanlah pemotongan dan pengikatan tuba uterina. Dulu, sterilisasi ini dibantu oleh anestesi umum dengan membuat sayatan / insisi yang lebar dan harus dirawat di rumah sakit. Kini, operasinya tanpa dibantu anestesi umum dengan hanya membuat insisi kecil dan tidak perlu dirawat di rumah sakit.

Tubektomi dapat dilakukan pasca keguguran, pasca persalinan atau masa interval haid.
Pasca persalinan, tubektomi sebaiknya dilakukan dalam 24 jam pertama atau selambat-lambatnya 48 jam pertama. Apabila lewat dari 48 jam maka tubektomi akan dipersulit oleh edema tuba uterina, infeksi dan kegagalan. Edema tuba uterina akan berkurang setelah hari VII-X pasca persalinan. Tubektomi setelah hari itu akan lebih dipersulit oleh adanya penciutan alat-alat genital dan mudahnya terjadi perdarahan.
Ada 4 cara tindakan untuk mencapai tuba uterina yaitu laparotomi biasa, laparotomi mini, kolpotomi posterior dan laparoskopi.

Ada 6 cara melakukan tubektomi yaitu cara Pomeroy, Krooemer, Irving, pemasangan cincin Falope, klip Filshie dan elektro-koagilasi disertai pemutusan tuba uterina.

Laparotomi Biasa
Tindakan ini paling banyak dilakukan pada tubektomi di Indonesia sebelum tahun 70-an. Tubektomi dengan tindakan laparotomi biasa dilakukan terutama pasca persalinan. Selain itu, dapat dilakukan bersamaan dengan seksio sesarea.

Laparotomi Mini
Tindakan ini paling mudah dilakukan 1-2 hari pasca persalinan. Saat itu, uterus masih besar, tuba uterina masih panjang dan dinding perut masih longgar sehingga mudah dalam mencapai tuba uterina dengan sayatan kecil 1-2 cm dibawah pusat.
Pasien dibaringkan. Lipatan kulit dibawah pusat yang berbentuk bulan sabit ditegangkan antara 2 buah doek klem hingga menjadi lurus. Pada tempat lipatan itu, dilakukan sayatan kecil 1-2 cm sampai hampir menembus rongga peritoneum.
by : widia Boru Rangkuti

Tidak ada komentar:

Posting Komentar